Pemantauan Status Gizi

IMG00211-20100714-0930
Standard

imageSalah kaprah. Itu yang ada dalam pikiran saya waktu saya melihat dulu pelaksanaan kegiatan PSG berubah menjadi seperti yang sekarang ini. Maksudnya memang baik. Tapi tanpa memperhitungkan sumberdaya, maka data yang diambil jadi sia-sia.

Kesalahan itu adalah : PSG diberlakukan total balita. Kenapa saya bilang salah adalah karena PSG dimaksudkan mendapatkan gambaran secara umum tentang status kesehatan. Statusnya sendiri diminta rinci. Meliputi Status Gizi Buruk Akut, Kronik dan secara umum. Indikator yang digunakan adalah : BB/U, BB/TB dan TB/U.

Petunjuk yang saya pelajari tidak pernah meminta data PSG sebagai data total balita. Yang diharapkan dari pelaksanaan PSG yang berkisar bulan Agustus dan September itu adalah pengetahuan tentang status gizi tiap kecamatan dengan

bentuk survey yang biasanya berkisar 200-500 balita saja. Dengan demikian petugas yang melaksanakan bisa diambil dari petugas yang handal/terlatih. Dengan membuatnya menjadi Total Balita maka kesalahan yang terjadi adalah :

  • Penggunaan petugas tidak bisa diarahkan pada kader terlatih yang sudah divalidasi diawasi oleh petugas di jejaring kesehatan. Namun terpaksa menggunakan semua kader layaknya kegiatan posyandu biasa. ini tentu saja membuka peluang terjadinya kesalahan.
  • Berikutnya yang juga merupakan kesalahan adalah pengukuran tinggi badan akan menjadi beban yang harus dilaksanakan juga. Padahal menera microtoise lebih sulit dan seringkali membutuhkan bantuan tenaga laki-laki. Sedangkan kader kebanyakan adalah perempuan. Dan satu lagi kesulitan di bagian ini adalah alat yang digunakan tidak mencukupi jumlah untuk bisa dilaksanakan di setiap posyandu.
  • Kesalahan selanjutnya bisa berasal dari tidak adanya software yang digunakan untuk entry data. Ini memungkin salah pembacaan dalam menilai status gizi untuk total balita.

Padahal dengan Pedoman PSG 2008 yang sudah diintegrasikan dengan Kadarzi, dapat dilihat lebih banyak hal yang bisa kita lihat antara lain kaitan antara output pelayanan (penderita gizi buruk) dan penyebab (perilaku gizi = kadarzi). Karena itu sebaiknya memang kegiatan PSG-Kadarzi dikembalikan ke format semula saja. Survey. Sample. Simple. Berguna. Bukan data sampah seperti sekarang, garbage in garbage out. Ngga bisa dianalisa

Link Download : Pedoman PSG-Kadarzi 2008.

[draguscn, Krejengan 7 Pebruari 2012]

About these ads

One thought on “Pemantauan Status Gizi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s