Membagi Titik Mati

duit
Standard

Bagi saya ngurus puskesmas ini yg paling sulit adalah menyediakan dana operasional yang cukup untuk kegiatan bahkan bila itu hanya kegiatan minimal. Saya pernah merasakan kegagalan di tahun 2009. Saat kami makin menanjak dalam kebutuhan pelaksanaan kegiatan, tenaga, dan kebutuhan sarpras serta pemeliharaannya. Justru saat itu terjadi perubahan yg sangat drastis kebijakan yg menyangkut keuangan puskesmas. Ketergantungan pelaksanaan kegiatan terhadap stok dana Jamkesmas hilang, perda masih sangat rendah, sehingga pengembalian yg 50% itupun belum cukup untuk jasa listrik, kertas dan ATK lainnya. Apalagi untuk kegiatan ke desa, sekolah, posyandu dan sasaran lainnya.

Jasa medis memang tidak pernah terganggu. Karena sudah ada mekanisme Remunerasi. Tapi bagi pekerja program yang tidak menghasilkan, tahun ini bikin frustasi. Untunglah kami survive. Tapi lemahnya tahun itu ditandai pencapaian yg juga jelek2.

Sekarang BOK sudah cover 30-50% kegiatan. Belum lagi perda juga meningkat, pengembalian juga menjadi 60%. Kegiatan yang didanai di luar APBD II juga lumayan.

Terus terang saja, sebagaimana rahasia umum, setiap institusi pasti punya buffer dana. Seringkali disebut sebagai “dana yang tidak terlihat lagi dari mana asalnya”. Kami juga punya anggaran seperti itu. Gunanya ya dadakan-dadakan .. Macam rapat, kunjungan, atau yg sifatnya insidentil lainnya ..

Tahun ini lumayan, kegiatan jalan semua, dan kami masih punya sedikit uang untuk bebenah puskesmas. Mungkin akan diarahkan ke penyelamatan dan kecantikan. Contoh penyelamatan adalah : membereskan kebocoran akibat hujan. 1 CPU terendam. :D

Hari ini hari saya berisi urusan perhitungan sisa dana 2011 dan pemanfaatannya.

[draguscn]

About these ads

Multitasking pada saat batuk menyerang ..

Picture0041.jpg
Standard

Hari ini kegiatan saya cukup padat, mulai memimpin morning report dengan pelaksana program (upaya kesehatan masyarakat), kemudian membuka pelatihan kader untuk pekan penimbangan yang gebyarnya Continue reading